Sabtu, 04 April 2015

TUGAS SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 6

Siska Ferdiyanti
26211788
4EB19

AKUNTANSI INTERNASIONAL
BAB 6

TRANSLASI MATA UANG ASING


DISKUSI
Pada kondisi seperti apa yang cocok menggunakan metode translasi mata uang asing mata uang kurs sementara. Pada kondisi seperti apa yang cocok menggunakan metode kurs saat ini ?
Jawab :
Berdasarkan pertanyaan diatas:
Terdapat tiga pendekatan translasi mata uang asing , yaitu:
·         Metode kurs historis
·         Metode kurs saat ini
·         Tidak ada translasi mata uang asing sama sekali
Pembukuan translasi mata uang asing
Metode translasi mata uang asing dengan kurs saat ini merupakan translasi mata uang asing langsung (penyajian ulang) dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Tidak ada perubahan dalam dasar akuntansi; hanya bentuk presentasinya saja yang berubah. Metode kurs saat ini akan sesuai jika translasi mata uang asing anak perusahaan asing tetap menggunakan mata uang lokal sebagai unit perhitungan; yaitu saat perusahaan asing dilihat dari prespektif lokal (kebalikan dari induk perusahaan). Translasi matauang asing pada kurs saat ini tidak mengubah dasar hubungan (seperti rasio keuangan) dalam laporan dalam mata uang asing, karena semua neraca pembukuan dikalikan oleh sebuah konstanta. Pendekatan tersebut juga berguna saat pembukuan perusahaan independen ditranslasikan untuk memudahkan pemegang saham asing atau kelompok pengguna eksternal lainnya.
Metode kurs saat ini juga sesuai saat akun penyesuian level harga ditranslasikan terhadap mata uang lain. Jika penyesuaian level-harga konsisten dibuat dalam sejumlah akun dan jika perubahan level-harga mata uang domestik sangat direfleksikan dengan pergerakan nilai tukar mata uang asing, serta kurs saat ini yang digunakan dalam translasi mata uang asing data akan menghasilkan hasil yang dapat dibandingkan dengan mentranslasikan harga perolehan dengan metode kurs historis.






LATIHAN

1.      Shanghai Corporation, usaha manufaktur gabungan AS di china, memiliki neraca seperti di bawah ini. Nilai tukar adalah $0,12 = CNY1.
Neraca Shanghai Corporation (000’s)

Aset

Utang dan Ekuitas Pemilik

Kas
CNY   5.000
Utang Dagang
CNY   21.000
Piutang Dagang
        14.000
Utang Jangka Dagang
          27.000
Persediaan (nilai= 24.00)
        22.000


Aset tetap bersih
        39.000

Ekuitas pemegang saham
          32.000
Total Aset
CNY 80.000
Total utang dan SE
CNY   80.000


Diminta :
a.       Translasikan neraca dolar China pada  Shanghai Corporation kedalam dolar AS, pada nilai tukar $0,12 = CNY1. Seluruh akun moneter di neraca Shanghai yang menggunakan yuan Cina.
b.      Asumsikan bahwa yuan Cina dari $0,12 = CNY1 untuk $0,15 = CNY1. Efek translasi apa yang akan muncul jika neraca Shanghai ditranslasikan dengan metode current-noncurrent? Dengan metode moneter-nonmoneter ?
c.       Asumsikan bahwa yuan China melemah dari $0,12 = CNY1 menjadi $0,09 = CNY1. Efek translasi mata uang asing apa yang akan muncul pada kedua metode translasi mata uang asing tersebut?
Jawab  :
a.        
Aset
Mata Uang Asing
Kurs Translasi
Padanan Dolar
Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Aset Tetap
  Total
 Utang dan Ekuitas Pemilik
Utang Dagang
Utang Jangka Panjang
Ekuitas Pemegang Saham
  Total


CNY  5.000
         14.000
         22.000
         39.000
CNY 80.000

CNY 21.000
          27.000
          32.000
CNY 80.000
$ 0,12
   0,12
   0,12
   0,12


$ 0,12
   0,12
   0,12
$   600
   1.680
   2.640
   4.680
$ 9.600

$ 2.520
   3.240
   3.840
$ 9.600







b.       
Aset
CNY
($0,12=CNY 1)
Current Asset
Current non current
Moneter-nonmoneter
Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Aset Tetap
  Total
Utang dan Ekuitas Pemilik
Utang Dagang
Utang Jangka Panjang
Ekuitas Pemegang Saham
  Total


5.000
14.000
22.000
39.000
80.000


21.000
27.000

32.000

80.000
$   600
   1.680
   2.640
   4.680
   9.600


$ 2.520
   3.240
 
   3.840

   9.600
$   750
   2.100
   3.300
   5.850
  12.000


$ 3.150
   4.050

   4.800

  12.000
$   750
   2.100
   3.300
   5.850
  12.000


$ 3.150
   4.050

   4.800

  12.000
$   750
   2.100
   3.300
   5.850
  12.000


$ 3.150
   4.050

   4.800

  12.000

d.      Efek translasi mata uang asing melemah,karena maengalami penurunan dari $0,12 menjadi 0,09

Senin, 19 Januari 2015

Tugas Softskill : Etika Profesi Akuntansi



Nama : Siska Ferdiyanti
Kelas : 4EB19
NPM : 26211788

Harian : Liputan 6 (10 Nivember 2014) 
Tema Artikel : Korupsi
Judul Artikel :Korupsi Dana Bansos Rp 68 M, Rumah Kepala Keuangan Sarmi Disegel


Liputan6.com, Jayapura - Rumah Kepala Badan Keuangan Kabupaten Sarmi, Bartholomeus Sato disegel Kejaksaan Agung. Rumah tersebut terlatak di daerah Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.

Penyegelan ini diduga terkait kasus dugaan korupsi Rp 67 miliar dana Bansos 2012/2013. Rumah yang dibeli 2014 atas nama istri Sato itu diduga uang pembelian dan pembangunan rumah dari dana Bansos Kabupaten Sarmi.

Kepala RT 1 RW 3 Samuel Onim mengatakan, para penyidik dalam penyegelan rumah itu memasang spanduk berukuran 50 X 30 cm, dengan lambang Kejaksaan Agung RI dan bertuliskan rumah/bangun/tanah disita Kejaksaan Agung RI Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jayapura No,
135/Pen.Pid-Sus TPK Tahun 2014 PN Jap 10 November 2014.  

"Rumah ini baru saja dibeli, lalu direhab. Penghuni di rumah tersebut terbilang keluarga yang baik, hanya saja kepala keluarga Pak Sato jarang di rumah," kata Samuel, Jayapura, Papua, Selasa (10/11/2014).

Dalam penyegelan itu, kata Samuel, karena tidak ada penghuni rumah di dalamnya, sehingga penyidik kejaksaan masuk ke rumah dengan cara memanjat pagar.

Bartolomeus Sato yang juga menjabat BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) ini saat ini telah ditahan di Kejaksaan Agung.

Tindak pidana yang dilakukan Sato selain dana bansos, juga pembangunan sejumlah proyek, di antaranya rehabilitasi pagar keliling rumah pribadi Bupati Kabupaten Sarmi, Mesak Manibor yang terletak di Kompleks Perumahan Pemda Neidam senilai Rp 4,5 miliar. 

Analisis : Penyegelan ini diduga terkait kasus dugaan korupsi Rp 67 miliar dana Bansos. Rumah yang dibeli 2014 atas nama istri Sato itu diduga uang pembelian dan pembangunan rumah dari dana Bansos Kabupaten Sarmi.
1.      Tanggung jawab Profesi : Dalam melaksanakan tugasnya seharusnya beliau menerapkan tanggung jawab dalam menjalankan profesinya sebagai kepala badan keuangan. Bartholomeus Sato melakukan pelanggaran dan tidak bertannggung jawab terhadap profesinya karena beliau menyelewengkan dana Bansos dan pembanunan sejumlah proyek.
2.      Kepentingan Publik : Seharusnya setiap angggota mempunyai kewajiban untuk bertindak dalam menghormati kepercayaan masyarakat atau publik dengan tidak melakukan kecurangan yang dilakukan beliau yang bertujuan untuk kepentingan dirinya sendiri.
3.      Integritas : Sebagai kepala badan keuangan seharusnya bisa untuk bersikap jujur dan adil. Tidak menyelewengkan dana bansos yang di peruntukan umum.
4.      Objektivitas : Prinsip Objektivitas mengharuskan Bartholomeus Sato untuk bersikap  adil,jujur dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jabatan atau profesi yang beliau jalani. Tapi beliau mengecewakan masyarakat dengan cara berbuat seperti itu.
5.      Kompetenasi dan kehati-hatian profesional : Seharusnya Bartholomeus Sato memberikan contoh sikap yang baik dalam menjalankan profesinya sebagai kepala badan keuangan. Tapi disini beliau memberikan sikap yang sebaliknya tidak mencerminkan sikap yang seharusnya sebagai kepala badan keuangan.
6.      Prilaku Profesional : Bartholomeus Sato telah menyalahgunakan profesinya sebagai pejabat daerah.
7. Standar teknis : Bartholomeus Sato seharusnya melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai dengan etika profesi yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Komparatemen Akutan Publik (IAI-KAP) diantaranya etika tersebut antara lain : 
a. Independensi, integritas, dan obyektivitas
b. Standar umum dan prinsip akuntansi
c. Tanggung jawab kepada klien
d. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
e. Tanggung jawab dan praktik lain