JAKARTA - PT Bank Mutiara Tbk telah mendapatkan dana
segar dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp1,2 triliun, dari
sebelumnya Rp1,5 triliun. Bailout ini dilakukan lantaran kondisi Bank Mutiara
yang memang mengkhawatirkan.
Per September 2013, Bank Mutiara menelan kerugian sebesar Rp645,51 miliar pada periode September 2013. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank yang dulunya bernama Bank Century ini mencatatkan laba Rp143,96 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan, Senin (30/12/2013), rasio kecukupan modal (CAR) perseroan juga anjlok menjadi 5,17 persen. Padahal, pada periode sebelumnya CAR tercatat 11,02 persen. Sementara tingkat kredit macet (NPL gross) tercatat 11,47 persen. Jauh dari periode sebelumnya yang hanya 3,08 persen.
Bank ini juga mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih menjadi hanya Rp213,3 miliar dari sebelumnya Rp277,5 miliar. Tak hanya itu, beban operasional selain bunga bersih juga naik menjadi Rp928,16 miliar dari sebelumnya Rp149,38 miliar.
Naiknya beban operasional tersebut, terbesar dikontribusikan oleh kerugian penurunan nilai aset keuangan (imparment) menjadi Rp756,44 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp112,8 miliar.
Selain itu, teratat juga kerugian transaksi spot dan derivatif (realized) sebesar Rp234,6 miliar dari sebelumnya Rp145,34 miliar. (wdi)
Per September 2013, Bank Mutiara menelan kerugian sebesar Rp645,51 miliar pada periode September 2013. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank yang dulunya bernama Bank Century ini mencatatkan laba Rp143,96 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan, Senin (30/12/2013), rasio kecukupan modal (CAR) perseroan juga anjlok menjadi 5,17 persen. Padahal, pada periode sebelumnya CAR tercatat 11,02 persen. Sementara tingkat kredit macet (NPL gross) tercatat 11,47 persen. Jauh dari periode sebelumnya yang hanya 3,08 persen.
Bank ini juga mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih menjadi hanya Rp213,3 miliar dari sebelumnya Rp277,5 miliar. Tak hanya itu, beban operasional selain bunga bersih juga naik menjadi Rp928,16 miliar dari sebelumnya Rp149,38 miliar.
Naiknya beban operasional tersebut, terbesar dikontribusikan oleh kerugian penurunan nilai aset keuangan (imparment) menjadi Rp756,44 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp112,8 miliar.
Selain itu, teratat juga kerugian transaksi spot dan derivatif (realized) sebesar Rp234,6 miliar dari sebelumnya Rp145,34 miliar. (wdi)
Analisis : Bank Century
dibailout dikarenakan banyaknya kerugian yang dialami olehnya salah satunya
pada September 2013 lalu Bank
Mutiara menelan kerugian sebesar Rp645,51 miliar pada periode September 2013.
Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank yang dulunya bernama
Bank Century ini mencatatkan laba Rp143,96 miliar.
SUMBER :
http://economy.okezone.com/read/2013/12/30/457/919063/kenapa-bank-century-dibailout-lagi
SUMBER :
http://economy.okezone.com/read/2013/12/30/457/919063/kenapa-bank-century-dibailout-lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar