Rupiah Anjlok, RI Harus Perkuat Pangan Nasional
DENPASAR - Pelemahan
Rupiah yang dipengaruhi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), the Fed,
bisa ditekan risikonya dengan langkah memperkuat pangan nasional sehingga bisa
menggairahkan kegiatan ekspor.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan,
pelemahan Rupiah yang terjadi belakangan ini tak lepas dari sikap the Fed yang
menurunkan aktivitas pelonggaran stimulusnya. Langkah ini mengakibatkan
penyiraman dolar ke sistem keuangan di dunia akan semakin dikurangi.
Gita menuturkan, kondisi ini akhirnya
mempengaruhi banyaknya dolar di pasaran sehingga dolar menguat dan nilai tukar
di manapun mengalami pelemahan termasuk Rupiah. "Saya kira ini akan
berkelanjutan, karena sifat bank sentral akan berkelanjutan," kata dia di
Denpasar.
Meski demkian, dia meyakini dengan langkah
fiskal yang diambil pemerintah dan langkah moneter moneternya bisa mengurangi
risiko atau mitigasi terjadinya kelanjutan pelemahan Rupiah di pasar. Selain
itu, seiring meningkatnya kepercayaan di pasar mengenai langkah yang terus
diambil pemerintah.
Dia juga melihat ada beberapa efek dalam
perdagangan atas dampaknya pelemahan rupiah. Gita mengungkapkan, pelemahan
rupiah bisa mendorong peningkatan kapasitas eksportir untuk meningkatkan
kegiatan ekspornya.
Hanya saja, hal itu juga dapat mempengaruhi
tidak terlalu positif terkait kegiatan impor mengingat masih ada makanan atau
produk pangan yang harus diimpor di mana hal ini sedikit banyak juga
mempengaruhi inflasi
"Ke depan kita harus perkuat pangan
nasional, saya bersedia berkomunikasi dengaan kementrian terkait supaya bisa
ditingkatkan produksi pangan kita," imbuhnya.
Dengan komunikasi yang lebih intenif dengan
kementerian terkait sehingga bisa meningkatkan produksi dalam negeri "Saya
optimistis industrialiasi mulai kelihatan di Indonesia yang terkait produk
impor seperti automatif dan kapal," ucapnya.
Demikian kegiatan ekspor lainnya perlu
ditingkatkan seperti tekstil, alas kaki dan kerajinan. (wdi)
Analisis : Menteri Perdagangan Gita Wirjawan
mengungkapkan pelemahan Rupiah akhirnya mempengaruhi banyaknya dolar di pasaran
sehingga dolar menguat dan nilai tukar di manapun mengalami pelemahan
termasuk Rupiah. "Saya kira ini akan berkelanjutan, karena sifat bank sentral
akan berkelanjutan," kata dia di Denpasar. Meski demkian, dia meyakini
dengan langkah fiskal yang diambil pemerintah dan langkah moneter moneternya
bisa mengurangi risiko atau mitigasi terjadinya kelanjutan pelemahan Rupiah di
pasar.
SUMBER :
http://economy.okezone.com/read/2013/12/29/320/918873/rupiah-anjlok-ri-harus-perkuat-pangan-nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar