Liputan6.com, Jakarta : Ditengah tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah, PT Bank
Sentral Asi Tbk (BBCA) masih bisa membukukan kinerja yang memuaskan. BCA
melaporkan laba perusahaan hingga kuartal III-2013 menguat 25,2% menjadi Rp
10,4 triliun dari sebelumnya Rp 8,3 triliun.
Presiden
Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, peningkatan laba ini ditopang
pertumbuhan kredit sebesar 25,8% menjadi Rp 299 triliun dibandingkan periode
setahun sebelumnya di posisi Rp 237,7 triliun.
"Kami
terus mencatat pertumbuhan kredit dari nasabah dari nasabah kami yang memiliki
reputasi baik dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis perbankan
transaksi selama sembilan bulan pertama tahun 2013," ujar Jahja dalam
keterangan pers di Jakarta, Rabu (30/10/2013).
BCA
melaporkan, kredit konsumer perusahaan naik 30,1% menjadi Rp 85,1 triliun
ditopang oleh kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan
Bermotor (KKB) yang masing-masing tumbuh 3-% dan 33,6%. Sementara kredit
komersial dan UKM meningkat 23% menjadi Rp 114,9 triliun dan kredit korporasi
tercatat Rp 99 triliun atau naik 25,5%.
Kenaikan
laba perusahaan juga ditunjang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 19,1
triliun atau meningkat 24,7%. Margin bunga bersih (NIM) naik sebesar 62 basis
poin menjadi 6%.
Untuk
pendapatan operasional, BCA melaporkan meraup dana sebesar Rp 24,5 triliun atau
meningkat 23,6%. "Ditengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini kami tetap
berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para nasabah serta mengelola neraca yang
sehat," tegas Jahja.
Berbagai
pertumbuhan sektor portofolio BCA yang sudah dicatatkan juga diimbangi dengan
Rasio kredit bermaslah (NPL) secara gross yang tercatat di level yang rendah
sebesar 0,5% dan rasio cadangan kredit bermaslah sebesar 378,4%.
"Kami
optimis bahwa di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berlangsung saat ini,
prospek industri perbankan Indonesia tetap menjanjikan," tutup Jahja.
(Yas/Shd)
Kinerja
BCA yang sangat bagus dan memuaskan ini saat ditengah tekanan inflasi dan nilai
tukar rupiah. BCA melaporkan bahwa laba perusahaan kuartal III-2013 menguat
25,2% menjadi Rp 10,4 triliun dari sebelumnya Rp 8,3 triliun. peningkatan laba
ini dibantu dengan adanya pertumbuhan kredit sebesar 25,8% menjadi Rp 299
triliun dibandingkan periode setahun sebelumnya di posisi Rp 237,7 triliun.
Kenaikan laba perusahaan juga ditunjang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp
19,1 triliun atau meningkat 24,7%. Margin bunga bersih (NIM) naik sebesar 62
basis poin menjadi 6%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar