Kamis, 31 Oktober 2013

Penguatan Rupiah Kalahkan 24 mata uang Negara Berkembang


Liputan6.com, Jakarta : Rupiah memimpin penguatan nilai tukar mata uang negara-negara berkembang paling tidak untuk sepekan terakhir. Penguatan ini muncul di tengah spekulasi penundaan pencabutan program stimulus The Federal Reserves.
Nilai tukar rupiah tercatat menguat selama lima hari berturut-turut, atau tertinggi sejak Juni 2009, akibat aksi pemodal global yang kembali membeli saham setelah menjualnya sehari sebelumnya.
"Kita kemungkinan akan melihat rupiah yang terus menguat dalam 1-2 bulan ke depan seiring keyakinan pasar bahwa The Fed akan menunda pengurangan stimulus (tapering) sampai tahun depan," ujar Senior Foreign-Exchange Strategist dari ANZ Banking Group Ltd, Khoon Goh seperti dikutip laman Bloomberg, Jumat (25/10/2013).
Rupiah tercatat menguat 2,2% sejak 19 Oktober ke level 11.078 per dolar AS di pasar lokal. Penguatan ini mengalahkan 24 mata uang negara-negara berkembang.
Sementara kurs rupiah di pasar Non-Delivered Forward untuk satu bulan ke depan ikut menguat 0,1% ke level 10.948 per dolar AS, atau 1,2% lebih kuat dibandingkan harga pasar spot.
Nilai kurs rupiah di pasar spot dalam negeri mengalami rally 0,7% sementara perubahan kecil dialami di pasar kontrak luar negeri.
Goh menilai, minat untuk membeli sejumlah aset investasi di negara berkembang kini telah kembali pulih. "Investor tengah mencari yield tambahan untuk membuatnya bertahan," ujarnya.(Shd)


ANALISIS :
Menurut saya , peningkatan Nilai Tukar Rupiah yang menguat pada lima hari berturut-turut itu sangat bagus untuk negara kita yang sedang berkembang ini sampai-sampai penguatan Nilai Tukar Rupiah kita dapat mengalahkan 24 mata uang di negara-negara berkembang lainnya.Kita juga bisa memulihkan kembali minat-minat investor  untuk berinvestasi di negara-negara berkembang.

SUMBER : http://bisnis.liputan6.com/read/729440/penguatan-rupiah-kalahkan-24-mata-uang-negara-berkembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar